Selain itu, ia juga menyinggung sistem promosi dan mutasi ASN yang kini diawasi secara ketat melalui sistem merit oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karena itu, setiap ASN diminta untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Kalau ingin dipromosikan, perhatikan pangkat, pendidikan, dan lama jabatan. Tidak ada tawar-menawar. Karena itu, saudara harus terus belajar,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan pelantikan yang kembali digelar di pantai, Bupati SBS menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Ia menyebut, hingga saat ini Kabupaten Malaka belum memiliki aula yang representatif untuk menampung seluruh undangan dalam jumlah besar. Jika pelantikan dilakukan di dalam ruangan, dikhawatirkan sebagian tamu berada di dalam dan sebagian lainnya di luar, yang dapat menimbulkan keresahan.
“Kalau di dalam ruangan, pasti ada yang di dalam dan ada yang di luar. Itu bisa menimbulkan keresahan dan kesan diskriminasi,” jelasnya.
Selain itu, pantai dipilih karena dinilai lebih terbuka dan inklusif. Dengan ruang yang luas, siapa saja dapat hadir tanpa batasan.
Ia juga menambahkan bahwa garis pantai Kabupaten Malaka yang membentang sekitar 80 kilometer dari wilayah perbatasan hingga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi ruang publik yang memungkinkan pelaksanaan kegiatan besar secara terbuka.
“Kalau di pantai, semua orang bisa datang. Tempatnya luas dan terbuka. Sepanjang kuat menjangkau lokasi, silakan hadir,” pungkasnya. (*)