Selain itu, Neonbasu menilai lingkungan hidup di Malaka masih menyimpan potensi besar sebagai bagian dari kekayaan budaya yang belum tergali secara maksimal.
Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut bukan sekadar opini pribadi, melainkan hasil refleksi ilmiah yang diperkuat melalui proses pendampingan dalam penelitian doktoral di wilayah tersebut.
“Masih banyak aspek budaya dan pengetahuan lokal yang belum terdokumentasi secara utuh,” pungkasnya.(*)
