Ia juga menekankan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif sejak dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi pelopor demokrasi yang berintegritas. Para siswa diharapkan dapat memahami bahaya politik uang, menolak ujaran kebencian, menghindari penyebaran informasi yang tidak benar, serta menghargai perbedaan pilihan politik.
Melalui kolaborasi Bawaslu Kabupaten Malaka dan SMAK St. Maria Fatima Betun, diharapkan kesadaran demokrasi dapat tumbuh dari lingkungan sekolah dan menyebar ke tengah masyarakat. Guru dan siswa diharapkan menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif yang mampu mendorong terciptanya proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Penguatan pengawasan partisipatif sejak dini ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif mengawal integritas Pemilu 2029.
Dari sekolah, kesadaran demokrasi ditanamkan. Dari generasi muda, pengawasan partisipatif dikuatkan. Bersama Bawaslu, wujudkan demokrasi yang berintegritas di Tanah
Malaka.(*)
