SUARATRIBUN.COM, BETUN – Ombak Samudera Hindia bergulung di Pantai Cemara Abudenok. Angin selatan berhembus pelan di antara barisan pohon cemara, sementara ratusan mata tertuju pada satu prosesi: sumpah jabatan para pejabat Pemerintah Kabupaten Malaka yang diucapkan bukan di dalam gedung, tetapi di ruang terbuka, di hadapan laut dan masyarakat.
Bagi Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), Pantai Cemara Abudenok bukan sekadar tempat pelantikan. Di balik deburan ombak dan rindangnya cemara, tersimpan pesan tentang pemerintahan yang harus terbuka, dekat dengan rakyat, sekaligus mampu melihat potensi daerahnya sendiri.
Di sanalah SBS kerap melantik para pejabatnya.
Bukan di balik dinding beton gedung pemerintahan, melainkan di alam terbuka yang dapat diakses masyarakat.
Bagi SBS, pantai adalah wajah Malaka yang sesungguhnya: terbuka, luas, sederhana, tetapi menyimpan harapan besar.
Pantai Cemara Abudenok yang berada di tepian Samudera Hindia dipilih bukan tanpa alasan. Hutan cemara yang rindang memeluk garis pantai, pasir membentang bersih, sementara ombak selatan yang keras namun indah menghadirkan suasana berbeda dari ruang pelantikan pada umumnya.
Keindahan alam itu sekaligus menjadi gambaran tentang karakter masyarakat Malaka yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pelantikan di pantai, menurut SBS, merupakan cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan keindahan alam Malaka kepada publik.
Tidak perlu promosi berlebihan. Pemerintah cukup membawa kegiatan ke ruang terbuka, dan alam akan berbicara dengan caranya sendiri.