Ketiga, sektor garam juga menjadi perhatian. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah meninjau empat titik potensial tambak garam di Kabupaten Malaka, yakni di Desa Weoe, Badarai, Kletek dan Lakekun.
Potensi tersebut diharapkan dapat mendukung program swasembada garam nasional sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Selain potensi sumber daya alam, Bupati Malaka juga menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Pemerintah Kabupaten Malaka mengusulkan pembangunan Pelabuhan Maubesi serta pembangunan tiga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang masing-masing direncanakan berlokasi di Kletek, Abudenok dan Maubesi.
Pemkab Malaka juga mengusulkan dukungan berupa alat tangkap ikan dan excavator guna meningkatkan produktivitas serta mendukung aktivitas masyarakat nelayan.
Bupati Malaka menegaskan bahwa ASPEKSINDO memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi kelautan dan pesisir Indonesia.
“Malaka memiliki laut yang luas, dari Wewiku hingga Kobalima. Potensi alam kita luar biasa, tetapi pemanfaatannya baru 14 persen. Melalui ASPEKSINDO, kami mendorong agar pemerintah daerah diberikan kewenangan seluas-luasnya untuk mengelola sumber daya laut bagi kesejahteraan masyarakat kepulauan dan pesisir,” ujar Bupati Malaka di sela-sela rapat.
Menurutnya, pengelolaan potensi kelautan tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga harus diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya nelayan dan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
