Bupati Malaka Jawab Keluhan Kades Taaba, Tangki Air Jadi Solusi Krisis Air Bersih

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi

SUARATRIBUN.COM, BETUN – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), merespons langsung keluhan Kepala Desa Taaba terkait krisis air bersih yang dialami warga di wilayah tersebut.

Keluhan itu disampaikan Kepala Desa Taaba, Ida Hoar Nahak, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Malaka Tahun 2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (9/4/26).

Bacaan Lainnya

Ida Hoar menjelaskan, masyarakat di desanya terpaksa membeli air tangki dengan harga mencapai Rp150 ribu per tangki akibat sulitnya akses air bersih.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Malaka memastikan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.

“Untuk sementara waktu kita atasi dengan distribusi air menggunakan mobil tangki. Kita juga berharap jumlah armada tangki bisa ditambah agar seluruh wilayah yang mengalami kesulitan air bersih dapat terlayani,” ujar Bupati SBS.

Distribusi air bersih tersebut menyasar empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Leunklot dan Desa Taaba di Kecamatan Weliman, serta Desa Saenama dan Desa Raesamane di Kecamatan Rinhat.

Bupati juga menugaskan Dinas Sosial untuk mengatur jadwal penyaluran air bersih secara merata agar seluruh masyarakat yang terdampak dapat terlayani.

“Ini solusi darurat untuk meringankan beban masyarakat. Sementara itu, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan langkah jangka panjang agar persoalan air bersih bisa ditangani secara permanen,” tambahnya.