Bupati SBS Ajak Bersatu untuk Membangun Malaka di Momen Toast Kenegaraan

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi

“Saat berjuang, suaminya meninggal, istri menjadi seorang janda. Begitupun sebaliknya, istri gugur di medan peperangan, laki-laki hidup menduda. Bahkan keduanya sama-sama gugur di medan peperangan,” tutur SBS.

Karena itu, menurut dia, masyarakat tidak boleh memandang peringatan kemerdekaan hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Bacaan Lainnya

“Kita hanya memperingatinya, sehingga harus benar-benar dimaknai dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Mengisi Kemerdekaan dengan Membangun Daerah

SBS kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui karya dan pembangunan.
Menurutnya, perjuangan generasi sekarang tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan bekerja secara sungguh-sungguh sesuai bidang masing-masing.

“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan mengorbankan nyawa, maka tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan bekerja dan membangun,” katanya.

Ia menilai, kemajuan Malaka membutuhkan keterlibatan semua pihak tanpa terkecuali.
“Tidak ada satu orang yang bisa membangun Malaka sendirian. Bupati tidak bisa sendiri, DPRD tidak bisa sendiri, pemerintah juga tidak bisa sendiri. Semua harus bersama-sama,” ujar SBS.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan tidak lagi terjebak dalam perbedaan yang dapat memecah persatuan.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah persatuan, kerja sama dan pikiran-pikiran yang baik untuk Malaka. Mari kita melihat ke depan dengan optimis,” sebut SBS.

SBS berharap semangat kebersamaan yang dibangun dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat terus dijaga setelah perayaan berakhir.