SUARATRIBUN.COM, BETUN – Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) menegaskan bahwa kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan dan tidak perlu ditanggapi dengan perdebatan.
SBS menyebut, kritik dan kerja pemerintah memiliki peran masing-masing. Kritik menjadi masukan, sementara pemerintah bertugas memperbaiki dan menjalankan program pembangunan.
“Silakan kritik, kami tetap bekerja untuk rakyat,” kata SBS.
Pernyataan itu disampaikan SBS saat acara Toast Kenegaraan di kediaman Bupati Malaka, Haitimuk, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Senin malam, 17 Agustus 2026.
Ia menegaskan, kritik tidak boleh membuat pemerintah kehilangan semangat. Sebaliknya, kritik harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.
“Tidak perlu ribut. Kritik itu bagian dari proses perbaikan,” ujarnya.
SBS juga mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Di dunia ini tidak ada yang sempurna,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah tetap fokus bekerja dan tidak berkecil hati saat menerima kritik.
“Jangan berkecil hati. Tetap bekerja untuk masyarakat,” tegasnya.
Selain soal kritik, SBS juga menekankan pentingnya persatuan seluruh unsur di Kabupaten Malaka dalam membangun daerah.
Ia mengajak DPRD, pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga untuk bekerja bersama.
“Semua harus bersatu untuk mengurus rakyat,” ujarnya.
Menurut SBS, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.