Bupati SBS Melayat ke Rumah Duka Bupati Belu Periode 1983–1988, Sampaikan Doa dan Penghormatan

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi

“Kepergian almarhum terjadi dalam nuansa Paskah. Kita percaya, dalam iman, beliau memperoleh kedamaian sejati dan tempat yang layak di Kerajaan Surga. Ini menjadi penghiburan bagi kita semua, khususnya keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Prosesi doa yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi momen refleksi bersama akan arti pengabdian, keteladanan, dan kefanaan hidup. Sejumlah pejabat yang turut hadir tampak larut dalam doa, memberikan dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, pihak keluarga melalui Yohanes Klau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kehadiran Bupati Malaka beserta seluruh rombongan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati SBS, Mama Bea, dan seluruh rombongan yang telah meluangkan waktu untuk datang melayat dan mendoakan almarhum di rumah duka Atambua. Kehadiran ini menjadi penguatan bagi kami keluarga,” ujarnya.

Kehadiran Bupati Malaka dan rombongan bukan hanya menjadi simbol penghormatan kepada almarhum, tetapi juga mencerminkan nilai persaudaraan dan penghargaan lintas generasi dalam perjalanan sejarah daerah. Di tengah duka, tersirat pesan kuat tentang pentingnya mengenang jasa para pemimpin terdahulu, sekaligus merawat kebersamaan dalam ikatan kemanusiaan.(*)