Bupati SBS Tegaskan ASN Malaka Harus Bermental Emas dan Berlian: Di Mana Pun Ditempatkan Tetap Bernilai

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi

“Untuk mendapatkan berlian, batu itu harus dipecahkan. Setelah berliannya diambil, kemudian digosok sesuai kebutuhan. Bisa jadi cincin, kalung, gelang, atau anting,” ujar SBS.

Bupati menegaskan, proses pembinaan yang dilakukan seorang pimpinan terhadap bawahannya juga harus dipahami sebagai bagian dari proses membentuk pribadi yang lebih baik.

Menurutnya, teguran maupun kemarahan pimpinan tidak selalu berarti kebencian terhadap bawahan. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembinaan untuk mengeluarkan potensi terbaik yang dimiliki seorang ASN.

“Itu yang kita marah adalah bagian dari memecahkan batu itu untuk ambil berliannya, lalu kita gosok lagi sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, SBS kembali menekankan filosofi emas sebagai gambaran ASN yang memiliki kualitas dan nilai pengabdian tinggi.

Menurutnya, emas tidak perlu mencari perhatian untuk menunjukkan nilainya. Justru karena memiliki nilai, emas akan selalu dicari.

“Jadilah seperti emas. Emas itu dicari, bukan mencari. Walaupun di dalam tanah atau lumpur, tetap dicari, bahkan nyawa jadi taruhannya,” ucap Bupati Malaka.

Ia pun mengingatkan ASN agar tidak takut ataupun cemas ketika mendapatkan tugas atau penempatan baru.

Bagi SBS, di mana pun seorang ASN ditempatkan, tempat tersebut harus dipandang sebagai ruang untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan masyarakat.

“Kalau ditempatkan di mana saja, jangan takut. Jangan cemas. Jadilah seperti emas, di mana pun tempatnya, tetap jadi emas yang dicari banyak orang,” tegasnya.