Dari Mimbar Jumat Agung, Bupati Malaka Gaungkan Pesan Damai untuk Warga

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi

SUARATRIBUN.COM, BETUN – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), menyampaikan pesan humanis kepada masyarakat agar hidup dalam damai tanpa konflik. Imbauan itu disampaikan saat ibadat Jumat Agung di Paroki St. Yohanes Baptista, Besikama, Jumat (3/4/26).

Dalam suasana hening dan penuh permenungan, Bupati SBS menegaskan bahwa kehidupan yang rukun dan tanpa pertikaian harus menjadi pilihan bersama seluruh masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Hiduplah selalu bersama tanpa pertikaian antar sesama,” tegasnya.

Menurut Bupati SBS, makna pengorbanan dalam Jumat Agung tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap hidup sehari-hari yang menjunjung tinggi kasih, pengendalian diri, dan perdamaian.

Bupati SBS juga menyoroti peran penting keluarga dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda. Ia mengingatkan orang tua dan para guru agar aktif membimbing anak-anak untuk menjauhi konflik.

“Kepada orang tua dan para guru, bimbing anak-anak kita agar tidak mencari masalah, tetapi tumbuh dengan nilai damai,” ujarnya.

Bupati SBS menilai, lingkungan yang penuh kasih dan bimbingan yang tepat akan melahirkan generasi yang tidak mudah terprovokasi serta mampu menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Ibadat Jumat Agung di Besikama berlangsung khusyuk, menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan semangat hidup damai di Kabupaten Malaka.

Ibadat yang Agung ini dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yohanes Baptista, Besikama Romo Oktovianus Neno, Pr. (*)