Unio Indonesia merupakan wadah persaudaraan para imam diosesan atau imam projo di Indonesia. Organisasi ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, saling mendukung dalam kehidupan imamat, serta memperkuat pelayanan pastoral kepada umat dan masyarakat.
Tema “Imam Diosesan Rasul Spiritualitas Kristiani di Era Digital” dinilai sangat relevan dengan perkembangan kehidupan masyarakat saat ini.
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, membangun relasi, hingga menjalankan aktivitas sosial dan pelayanan.
Di tengah perubahan tersebut, para imam diosesan dituntut untuk tetap setia pada spiritualitas imamat, sekaligus mampu memahami dan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana pewartaan iman, pendidikan umat, serta pendampingan pastoral.
Ketua Unio Indonesia saat ini dipimpin oleh Romo Maxi Un Bria. Kepemimpinan Unio Indonesia diharapkan terus memperkuat persaudaraan para imam diosesan dan mendorong pelayanan Gereja yang semakin kontekstual dengan kebutuhan umat.
ABS: Gereja Harus Hadir Menjawab Tantangan Zaman
Ketua DPRD Malaka Adrianus Bria Seran, SH atau ABS, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Munas XV Unio Indonesia yang mempertemukan para imam diosesan dari berbagai keuskupan di Indonesia.
Menurut ABS, tema Munas tahun ini memiliki makna penting karena Gereja dituntut untuk terus hadir dan memberikan jawaban terhadap berbagai tantangan kehidupan masyarakat modern.
“Perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari. Karena itu, Gereja dan para imam harus mampu hadir di tengah perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Injil dan spiritualitas Kristiani,” ujar ABS.
