SUARATRIBUN.COM, JAKARTA – Perjuangan Anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Partai Demokrat, Yuventus Adrianus Bere (AB), dalam memperjuangkan pembangunan Jembatan Boen bagi masyarakat Kecamatan Rinhat mendapat pengakuan langsung dari warga. Pemuda Desa Wekeke, Heri Metak, bersaksi bahwa AB telah membawa aspirasi masyarakat hingga ke tingkat nasional dengan menyampaikannya secara langsung kepada Senator DPD RI asal Nusa Tenggara Timur, Angelius Wake Kako, di Kantor DPD RI, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Usulan tersebut mendapat apresiasi dari Pemuda Desa Wekeke, Heri Metak. Menurutnya, perjuangan yang dilakukan AB merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat Rinhat yang selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan akses menuju Betun, ibu kota Kabupaten Malaka.
Heri mengatakan, warga Desa Tafuli, Desa Wekeke, dan Desa Boen selama ini harus mempertaruhkan nyawa setiap kali hendak menuju Betun. Mereka terpaksa menyeberangi sungai karena belum tersedia jembatan permanen yang menghubungkan wilayah tersebut.
“Selama ini masyarakat hanya mengandalkan keberanian untuk menyeberangi sungai. Setiap pergi dan pulang dari Betun selalu ada risiko yang mengancam keselamatan mereka. Karena itu kami sangat mengapresiasi perjuangan Pak AB yang membawa langsung aspirasi masyarakat kepada Senator DPD RI,” ujar Heri.
Ia menjelaskan, jembatan yang diusulkan berada di wilayah Desa Boen sehingga dalam penyampaian aspirasi tersebut disebut sebagai Jembatan Boen. Keberadaan jembatan itu dinilai akan membuka akses transportasi masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik bagi warga Kecamatan Rinhat.