SUARATRIBUNCOM, BETUN– Pertemuan antara tiga kepala daerah di wilayah perbatasan, yakni Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willybrodus Lai, dan Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo, dinilai sebagai momen bersejarah dalam upaya memperkuat pembangunan kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
Pertemuan tersebut menjadi yang pertama kalinya terjadi secara bersama antara tiga kabupaten perbatasan untuk duduk satu meja membahas secara khusus berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat di wilayah tapal batas.
Dalam pertemuan itu, ketiga bupati sepakat memperkuat kerja sama antar daerah guna memperjuangkan peningkatan kualitas hidup masyarakat perbatasan agar tetap memperoleh hak-hak dasar sebagai warga negara Indonesia.
Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo atau akrab disapa Falen Kebo ini menegaskan bahwa kerja sama tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa para pemimpin daerah harus bersatu memperjuangkan kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Kita tidak ingin masyarakat daerah perbatasan kehilangan hak-hak dasarnya hanya karena para pemimpinnya tidak duduk bersama membicarakan dan memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak masyarakat,” ujar Falen Kebo dalam konferensi pers di rumah jabatan bupati Malaka di Haitimuk Desa Haitimuk Kecamatan Weliman, Kamis (12/3/26) siang.
Falen Kebo menjelaskan, dari pertemuan tersebut lahir tiga poin penting yang akan menjadi fokus kerja sama tiga kabupaten, yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui pembentukan sekretariat bersama.
