Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan harapan agar PMI Malaka segera memiliki kantor atau markas sendiri untuk menunjang aktivitas organisasi dan pelayanan kemanusiaan.
Menanggapi hal tersebut, pengurus PMI Pusat mendorong PMI Malaka memperkuat komunitas-komunitas di tengah masyarakat agar jangkauan pelayanan semakin luas. Penguatan tersebut perlu diikuti peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama bagi pengurus dan relawan.
PMI Malaka juga didorong mengembangkan sejumlah program pelayanan masyarakat, seperti pengobatan gratis, operasi mata massal, dan pemeriksaan kesehatan.
Pengurus PMI Pusat menekankan bahwa relawan yang diterjunkan ke lapangan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai sehingga mampu memberikan edukasi serta pelayanan kemanusiaan, termasuk kepada masyarakat di wilayah pedalaman.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, menjelaskan bahwa PMI Cabang Malaka memiliki peluang mengembangkan sejumlah Unit Pelayanan Teknis (UPT).
Unit tersebut antara lain Unit Donor Darah (UDD), rumah sakit, klinik kesehatan, unit pendidikan dan pelatihan, serta pusat pelayanan air bersih dan sanitasi.
Menurutnya, pengembangan unit pelayanan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme organisasi sekaligus memperluas manfaat pelayanan PMI kepada masyarakat.
Ia juga menilai posisi geografis Kabupaten Malaka yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) memiliki potensi strategis untuk mengembangkan kerja sama sosial dan kemanusiaan lintas wilayah perbatasan.