SUARATRIBUN. COM, BETUN –Negara akhirnya benar-benar hadir hingga ke lorong-lorong pelayanan kesehatan dasar. Setelah sekian lama menjadi persoalan yang luput dari perhatian, sampah di Klinik Pratama St. Antonius Betun akhirnya diangkut secara resmi.
Peristiwa tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi pihak klinik, pengangkutan sampah itu menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya sejak klinik beroperasi, sampah mereka mendapat pelayanan pengangkutan.
Ucapan syukur dan terima kasih pun disampaikan pihak manajemen Klinik Pratama St. Antonius Betun melalui sebuah pesan yang beredar.
“Hari ini sampah kami di klinik sudah diangkut untuk pertama kali. Tuhan berkati semua kebaikan,” tulis pihak klinik dirilis wartawan, Senin 26 Januari 2026.
Persoalan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa layanan kebersihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan.
Sampah dari fasilitas kesehatan, terlebih yang berkaitan dengan limbah medis, tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan estetika lingkungan. Pengelolaannya berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan tenaga kesehatan, pasien, pengunjung, maupun masyarakat di sekitar fasilitas pelayanan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu, perhatian terhadap persoalan kebersihan mulai diarahkan pada kebutuhan-kebutuhan konkret yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Pengangkutan sampah di Klinik Pratama St. Antonius Betun menjadi salah satu contoh persoalan mendasar yang akhirnya mendapat perhatian pemerintah.
