SUARATRIBUN.COM, BETUN – Di tengah derasnya arus sungai yang selama ini memisahkan akses warga, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), berdiri sekitar 150 meter dari Kampung Numbei, Rabu (18/3/2026), menyapa masyarakat yang selama ini hidup dalam keterisolasian.
Dengan menggunakan TOA sebagai pengeras suara, Bupati SBS menyampaikan langsung pesannya dari seberang sungai yang membelah wilayah Kakaniuk dan Numbei. Suaranya menggema menembus jarak, menjangkau warga yang selama ini sulit ditemui secara langsung akibat keterbatasan akses.
“Saya berjanji setelah dibangun, saya akan bikin ritual adat persis di ujung jembatan gantung, tepat di Kampung Numbei. Diperkirakan bulan Mei 2026 sudah selesai dibangun,” teriak SBS lantang.
Seruan itu langsung disambut jawaban serempak warga Numbei yang mengiyakan dari seberang, menciptakan momen emosional di tengah keterpisahan fisik yang selama ini mereka alami.
Jembatan gantung yang sementara dibangun menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selama bertahun-tahun, sungai tersebut bukan hanya batas alam, tetapi juga penghalang utama mobilitas warga yang membatasi akses pendidikan, ekonomi, hingga layanan dasar.
Kehadiran Bupati SBS dan rombongan di lokasi, meski belum bisa menjangkau langsung Kampung Numbei, memperlihatkan adanya dorongan kuat dari pemerintah daerah untuk memutus isolasi tersebut.
“Saya sangat merindukan untuk bertemu langsung dengan warga Numbei sehingga kita berharap agar pembangunan jembatan gantung ini bisa selesai dikerjakan pada Mei 2026 ini, ” kata Bupati SBS.
