SUARATRIBUN.COM, BETUN – Wakil Bupati Kabupaten Malaka, Henri Melki Simu atau HMS, mengaku bangga terhadap masyarakat Kabupaten Malaka yang hingga kini tetap hidup rukun dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Hal tersebut disampaikan HMS kepada SuaraTribun.com saat ditemui di Taman Eden, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Sabtu (29/5/2026) sore.
Menurut HMS, sejak zaman para leluhur, masyarakat Malaka dikenal hidup berdampingan secara damai tanpa adanya perpecahan yang dipicu oleh perbedaan agama.
“Justru di Malaka ini kaum mayoritas melindungi kaum minoritas dan saling menghargai satu dengan lainnya. Biasanya ketika umat Kristiani merayakan hari raya besar, utusan dari organisasi kaum Muslim ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung begitupun sebaliknya,” ujar HMS.
Ia menilai nilai-nilai positif seperti toleransi dan saling menghormati harus terus dijaga bersama agar tidak dirusak oleh kepentingan tertentu yang dapat memecah belah masyarakat.
“Hidup berdamai penuh cinta kasih tentunya sangat indah. Jangan gunakan media sosial lalu mengajak debat soal nilai-nilai yang justru dapat memicu konflik. Apa pun alasannya, termasuk debat ilmiah, kita perlu mengantisipasi potensi retaknya hubungan antarumat beragama,” tegasnya.
Komitmen menjaga toleransi juga kembali ditegaskan HMS saat menghadiri rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kesbangpol Kabupaten Malaka pada Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, pastor, pendeta, alim ulama, serta pimpinan umat beragama di Kabupaten Malaka sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kerukunan antarumat beragama.
