SUARATRIBUN.COM, BETUN- Warga Desa Wekeke, Boen, dan Tafuli, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, pada Minggu 6 September 2026, menyampaikan aspirasi pembangunan jalan dan jembatan kepada Ketua DPRD Malaka Adrianus Bria Seran atau ABS saat kegiatan reses di tiga desa tersebut.
Warga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur yang menghubungkan wilayah mereka dengan Betun, ibu kota Kabupaten Malaka.
Aspirasi itu disampaikan oleh sejumlah perwakilan masyarakat, termasuk Camat Rinhat Maria Yohana Seran, Kepala Desa Wekeke Nazarius Naikoan, Tokoh Pemuda Agustinus Nahak, Kepala Sekolah SMPN Satap Nunfutu Skolastika Aek, Tokoh Masyarakat Agustinus Taneo, Pj. Desa Boes Erik, Tokoh Pemuda Markus Bani, Yohana Tafuli, Alexander Tafuli, serta Kepala Desa Tafuli yang mewakili masyarakat.
Warga menyebut kondisi jalan menuju Betun masih rusak dan licin saat hujan. Selain itu, derasnya aliran sungai di wilayah Tafuli kerap menghambat mobilitas masyarakat dari tiga desa tersebut.
Kondisi itu juga berdampak pada kegiatan belajar-mengajar. Para guru yang hendak menuju sekolah terkadang harus menghadapi arus sungai yang deras. Dalam situasi tertentu, mereka mengirimkan foto kondisi sungai kepada pihak terkait dan sesama guru sebagai pemberitahuan bahwa akses menuju sekolah tidak dapat dilalui.
Selain persoalan jalan dan jembatan, masyarakat menyampaikan keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah Wekeke, Boen, dan Tafuli. Kondisi jaringan yang belum stabil menyulitkan para guru dan warga dalam menyampaikan informasi.
