Belajar dari Kepemimpinan Direktur RSUPP Betun, RSUD Rote Ndao Bidik Peningkatan Pelayanan dan Pendapatan

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi
Pejabat pemerintah Rote Ndao pose bersama Direktur RSUPP Betun dan tim di Aula Kantor Bupati Malaka.

Perbedaan tersebut mendorong jajaran RSUD Rote Ndao untuk mendalami tata kelola keuangan, strategi peningkatan pendapatan, serta pengembangan pelayanan yang dijalankan RSUPP Betun.

“Kami ingin belajar bagaimana tips-tips untuk meningkatkan pendapatan dan pelayanan. Banyak hal yang menginspirasi kami dan bisa menjadi praktik baik untuk diterapkan di Kabupaten Rote Ndao,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Luisa, penerapan BLUD menjadi salah satu aspek penting yang ingin dipelajari karena memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Fleksibilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan operasional, pengembangan fasilitas, dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Kepemimpinan Direktur Jadi Perhatian

Ketertarikan terhadap RSUPP Betun tidak hanya berkaitan dengan pendapatan dan penerapan BLUD. Kepemimpinan Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, juga menjadi perhatian rombongan Pemkab Rote Ndao.

Staf Ahli Bupati Rote Ndao Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Jermi M. Haning, Ph.D., mengatakan pihaknya ingin mempelajari bagaimana kepemimpinan rumah sakit dapat mendorong pengelolaan SDM dan sumber daya lainnya secara efektif.

Menurut Jermi, kesamaan status rumah sakit tipe C membuat RSUPP Betun menjadi referensi yang relevan bagi RSUD Rote Ndao, terutama dalam memahami faktor-faktor yang mendukung peningkatan pendapatan dan pengembangan pelayanan.

“Rumah sakit kami dengan RSUPP Betun sama-sama memiliki tipe C, tetapi dari sisi pendapatan, RSUPP Betun jauh lebih tinggi. Artinya, ada kepemimpinan yang benar-benar baik yang mampu mengelola sumber daya manusia secara baik dan benar,” jelas Jermi.