Bupati SBS Tetapkan Arah Kesehatan Malaka 2026

Dalam kesempatan itu, Bupati kembali menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Peran Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun bersama 20 puskesmas di 12 kecamatan dinilai sebagai tulang punggung layanan kesehatan di Kabupaten Malaka.

Bacaan Lainnya

“RSUPP dan puskesmas adalah garda terdepan. Kalau dua ini kuat, maka pelayanan kesehatan kita juga akan kuat,” tegasnya.

Selain fasilitas, peran Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka juga dianggap sangat penting karena menjadi ujung tombak pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di lapangan.

Untuk memastikan kebijakan yang diambil berbasis data, pemerintah daerah turut menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada melalui Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan. Tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Laksono Trisnantoro.

“Kita butuh pendekatan berbasis data agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Bupati menegaskan, tujuan utama dari seluruh langkah ini adalah menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik, mudah diakses, merata, dan adil bagi seluruh masyarakat Malaka.

“Tujuan akhir kita sederhana, yaitu masyarakat Malaka harus mendapatkan layanan kesehatan yang layak, cepat, dan merata,” tambah SBS.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Damiana Veronika Djahari.(*)