“Semua ini demi kemanusiaan,” tegasnya.
Ia memastikan RSUPP Betun akan terus mengikuti perkembangan situasi di wilayah terdampak gempa Flores. Jika berdasarkan informasi dari lapangan masih diperlukan tambahan tenaga kesehatan, pihaknya siap mempertimbangkan pengiriman tim berikutnya.
“Kita akan terus memantau. Kalau kebutuhan masih ada dan memang diperlukan, kita siap untuk mengirimkan kloter kedua,” sebutnya.
Dengan diberangkatkannya 10 tenaga kesehatan pada tahap pertama, RSUPP Betun berharap dapat ikut memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa Flores sekaligus membantu para tenaga medis yang telah bekerja sejak awal bencana.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian dari Kabupaten Malaka. Di tengah situasi bencana, para dokter dan perawat RSUPP Betun memilih untuk hadir dan memberikan kemampuan terbaiknya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi RSUPP Betun dan PMI Kabupaten Malaka, semangat tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni membantu sesama dan memastikan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi musibah tidak merasa sendirian.
“Ini bukan soal siapa dan dari mana kita berasal. Ketika menyangkut kemanusiaan, kita semua adalah saudara,” tutup Oktelin.(*)
