SUARATRIBUN.COM, BETUN – Sopir ambulans RSUPP Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinonaktifkan setelah manajemen rumah sakit menyatakan sopir tersebut terbukti melakukan kelalaian dalam pelayanan pemulangan jenazah.
Keputusan tersebut disampaikan Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM, FISQua, setelah video yang memperlihatkan keluarga membawa jenazah menggunakan mobil pikap beredar di media sosial dan grup WhatsApp.
SuaraTribun.com menemukan video tersebut pada pukul 07.47 WIB, Selasa (6/10/2026), setelah dibagikan oleh akun WhatsApp bernama Celdy Berek ke grup KabarNTT.
Dalam video tersebut terdapat tulisan, “Ironi Pelayanan Kesehatan di Malaka, Jenazah Warga Dipulangkan Pakai Mobil Pickup.”
Video tersebut kemudian mendapat berbagai tanggapan dari anggota grup yang mempertanyakan pelayanan di RSUPP Betun.
Salah satu akun WhatsApp bernama September 29 menuliskan komentarnya terkait kondisi pelayanan rumah sakit.
“Waduhhhh ini lah yg pelayanan di RSPP model begini ko,” tulis akun tersebut.
Menanggapi beredarnya video dan berbagai komentar tersebut, Direktur RSUPP Betun dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Terima kasih atas atensinya. Atas nama manajemen RSUPP Betun, saya mohon maaf atas kelalaian staf saya ini. Kami segera perbaiki pelayanan kami agar lebih baik lagi. Terima kasih dan Tuhan Memberkati pelayanan kita semua,” tulis Oktelin dalam grup KabarNTT.
Dalam video yang beredar, salah seorang anggota keluarga jenazah juga menjelaskan alasan pihak keluarga akhirnya menggunakan mobil pikap untuk membawa jenazah.