Dokter Jantung Pulang dari China Akhir 2026, RSUPP Betun Bersiap Layani Wilayah RI-RDTL

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi

Ia menegaskan bahwa pengembangan fasilitas kesehatan di RSUPP Betun merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.

“Saya berharap benar-benar ini menjadi rumah sakit perbatasan, bukan hanya melayani warga negara Indonesia di garis batas, tetapi juga agar masyarakat tidak perlu berobat ke daerah tetangga. Itulah tujuan saya,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Oktelin juga menekankan pentingnya memperkuat sektor kesehatan sebagai bagian dari pembangunan kawasan perbatasan. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

“Sehingga kita harus memperkuat lini garis batas. Dunia kesehatan kita harus diperkuat,” katanya.

Pengembangan layanan Cathlab di RSUPP Betun diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan jantung di Kabupaten Malaka. Upaya ini didukung persiapan dokter spesialis jantung yang sedang mengikuti pendidikan di China, tiga perawat yang dipersiapkan untuk pelayanan Cathlab, tenaga radiografer, serta fisikawan medis.

Dengan persiapan yang mencakup aspek infrastruktur, peralatan, dan sumber daya manusia, RSUPP Betun terus membangun kesiapan untuk mendukung operasional fasilitas tersebut. Ke depan, pengembangan layanan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Kabupaten Malaka dan wilayah perbatasan sekitarnya terhadap pelayanan kesehatan jantung yang lebih dekat, aman, dan berkualitas.(*)