“Kalau sudah menjadi aset RSUPP Betun, pihak rumah sakit sudah tidak perlu membayar lagi setiap bulan kepada PT Multi Gas Medika untuk biaya sewa mesinnya,” jelasnya.
Meski demikian, John menegaskan bahwa setelah mesin diserahkan menjadi aset rumah sakit, tanggung jawab pemeliharaan dan perbaikan apabila terjadi kerusakan tidak lagi menjadi tanggung jawab perusahaan.
“Kalau dulu, misalnya, ada kerusakan atau gangguan lainnya, teknisi perusahaan langsung datang memperbaiki dan kita hanya tahu siap pakai untuk melayani pasien. Namun, sekarang pemeliharaan dan kerusakan menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.
John mengungkapkan, mesin penghasil oksigen tersebut mampu memproduksi hingga 24 tabung oksigen per hari apabila dioperasikan selama 24 jam.
“Kalau kita hidupkan mesin itu 1 x 24 jam, kita bisa mendapatkan 24 tabung oksigen,” ungkapnya.
Namun, kapasitas produksi mesin tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan oksigen pasien yang menjalani perawatan di RSUPP Betun.
Karena itu, manajemen rumah sakit juga menjalin kerja sama dengan PT Samator untuk mendukung pemenuhan kebutuhan oksigen medis.
John menjelaskan, kerja sama dengan PT Samator berbeda dari penggunaan mesin penghasil oksigen milik rumah sakit. PT Samator menyediakan oksigen dalam bentuk liquid atau oksigen cair yang disimpan dalam tangki khusus, kemudian disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.
“Jadi, liquid ini kadar oksigennya lebih tinggi daripada oksigen biasa. Teknisnya, pihak kedua menyediakan sebuah tabung besar yang ditempatkan di rumah sakit. Selanjutnya, persediaan oksigen dalam tabung tersebut dipantau secara berkala. Bila stoknya menipis, pihak kedua akan segera melakukan pengisian ulang,” jelas John.