“Kalau gedungnya sudah beres maka alatnya didatangkan pihak ketiga untuk mulai beroperasi,” kata dr. Oktelin.
Tidak Perlu Beli Mesin, RSUPP Betun Gandeng Pihak Ketiga
Dalam penyediaan mesin hemodialisis, RSUPP Betun memilih bekerja sama dengan pihak ketiga. Skema tersebut membuat rumah sakit tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk membeli mesin cuci darah.
“Alatnya kita kerja sama dengan pihak ketiga sehingga kita tidak lagi keluarkan anggaran untuk beli alat. Kita hanya beli bahan habis pakai,” ucapnya.
Skema kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam menyiapkan layanan hemodialisis dengan tetap memperhatikan efisiensi anggaran.
Dengan gedung yang kini memasuki tahap finishing, SDM yang telah mendapatkan pelatihan, serta 10 unit mesin HD yang akan didatangkan, RSUPP Betun terus mematangkan seluruh persiapan agar layanan cuci darah dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Kehadiran layanan hemodialisis di RSUPP Betun nantinya diharapkan memberikan akses pelayanan yang lebih dekat bagi masyarakat yang membutuhkan terapi cuci darah, sehingga tidak harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah untuk mendapatkan layanan tersebut.
“Dengan demikian masyarakat kita tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah yang membutuhkan biaya lebih banyak. Ini semua dilakukan agar masyarakat bisa mengakses pelayanan lebih dekat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah,” tutup Oktelin.
