Ada aspek lain yang sama pentingnya, yakni manajemen umum, pengelolaan keuangan, strategi organisasi, kepemimpinan, serta kemampuan mengambil keputusan.
Ia bahkan mengakui bahwa pendidikan Magister Manajemen yang ditempuhnya di UNTAR memberikan banyak pengetahuan baru untuk mendukung tugasnya sebagai direktur rumah sakit.
“Menurut saya, pendidikan di UNTAR sangat berguna. Saya bersyukur karena tidak langsung kembali ke rumah sakit, tetapi terlebih dahulu belajar tentang manajemen umum, manajemen keuangan, dan manajemen strategi. Itu sangat menambah pengetahuan saya,” jelasnya.
Oktelin juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 12 orang di lingkungan rumah sakit yang membutuhkan penguatan kompetensi manajerial. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kerja sama dengan perguruan tinggi dinilai penting.
Menurutnya, rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan ilmu kesehatan dan kedokteran. Kemampuan mengelola organisasi dan sumber daya juga menentukan keberhasilan pelayanan kepada masyarakat.
Investasi SDM untuk Masa Depan Kesehatan Malaka
Penjajakan kerja sama dengan UNTAR diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan pertukaran gagasan. RSUPP Betun membutuhkan kolaborasi yang dapat diterjemahkan menjadi program nyata dalam meningkatkan kualitas SDM.
Peluang pengembangan kompetensi akademik, pelatihan manajemen, pembelajaran bidang kesehatan, serta kolaborasi dengan lingkungan akademik menjadi bagian penting yang dapat ditindaklanjuti bersama.
Bagi Kabupaten Malaka, penguatan SDM kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Sebab, rumah sakit yang kuat bukan hanya rumah sakit yang memiliki bangunan megah dan peralatan canggih, melainkan juga didukung tenaga profesional yang mampu memberikan pelayanan secara aman, berkualitas, dan bertanggung jawab.