“Kalau ada warga Malaka yang sakit, mereka tidak perlu jauh-jauh berobat ke tempat lain,” katanya.
Selain peningkatan jumlah dokter spesialis, Prof. Laksono menyoroti perkembangan pendapatan RSUPP Betun selama dua tahun terakhir. Ia menyebut pendapatan rumah sakit telah melampaui target yang ditetapkan.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan rumah sakit. Ketersediaan dokter spesialis juga dapat mendukung peningkatan pelayanan medis dan pendapatan melalui klaim pelayanan kepada BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Prof. Laksono turut mengapresiasi Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, bersama seluruh jajaran yang terus berupaya mengembangkan pelayanan kesehatan.
Ia berharap peningkatan sumber daya manusia, kualitas pelayanan, dan tata kelola rumah sakit terus dipertahankan agar masyarakat Malaka semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas di daerah sendiri.
PKMK UGM Dampingi Evaluasi Program RSUPP Betun
Sementara itu, Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, menjelaskan bahwa evaluasi bersama tim PKMK UGM dilaksanakan secara berkala, paling lambat setiap enam bulan.
Meski demikian, ia menilai evaluasi idealnya dilakukan setiap tiga bulan agar perkembangan program dapat dipantau secara teratur dan target pelayanan bisa dicapai sesuai jadwal.
“Evaluasi kali ini adalah evaluasi triwulan III yang kita laksanakan. Kemudian, pada akhir tahun akan dilaksanakan lagi. Akan tetapi, bagusnya setiap triwulan supaya kita punya *timeline* yang dibantu oleh PKMK, apakah sudah memenuhi syarat atau belum,” jelas Oktelin.