Sementara itu, PS Malaka U-15 datang dengan semangat yang tidak kalah tinggi. Setelah sukses menembus babak final pada edisi sebelumnya, tahun ini mereka mengusung misi besar untuk menyempurnakan perjuangan dengan merebut trofi juara dan membawanya pulang ke Kabupaten Malaka.
Dengan demikian, kedua tim membawa ambisi besar yang sama untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Jika PS Malaka U-13 bertekad mempertahankan gelar juara, maka PS Malaka U-15 berambisi menuntaskan perjuangan sebagai kampiun.
ABS menjelaskan, kedua tim telah menjalani persiapan intensif melalui program latihan rutin yang difokuskan pada peningkatan fisik, teknik, taktik, serta mental bertanding para pemain. Seluruh pemain juga mendapat pendampingan penuh dari jajaran pelatih dan tim pendukung.
Ia menilai perkembangan para pemain muda PS Malaka cukup menggembirakan. Dalam beberapa bulan terakhir, para pemain menunjukkan progres signifikan, baik dari segi disiplin latihan maupun pemahaman strategi permainan.
“Kami melihat ada perkembangan yang sangat baik dari anak-anak. Mereka menunjukkan semangat luar biasa selama persiapan. Ini menjadi modal penting untuk bersaing pada turnamen tersebut,” katanya.
ABS juga menekankan bahwa Piala Soeratin merupakan wadah strategis untuk pembinaan pemain usia dini. Melalui kompetisi seperti ini, talenta-talenta muda daerah dapat berkembang dan memiliki peluang lebih besar menembus level yang lebih tinggi.
Menurutnya, PSSI Kabupaten Malaka saat ini terus berkomitmen membangun fondasi sepak bola usia muda agar ke depan Malaka memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
