SBS mengenang masa mudanya sebagai pemain sepak bola yang saat itu belum mendapatkan perhatian seperti yang diterima para pemain sekarang.
“Kalian ini mujur karena memiliki pemimpin yang mau mengurus dan memperhatikan sepak bola. Dulu kami juga bermain bola, tetapi belum ada yang sungguh-sungguh mengurus seperti sekarang,” ucap SBS.
Ia kemudian mengibaratkan pembangunan sepak bola seperti menanam pohon. Menurutnya, prestasi tidak mungkin diraih secara instan tanpa proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Sepak bola itu seperti menanam pohon. Kalau tidak menanam, jangan pernah bermimpi memetik buahnya. Hari ini PS Malaka sedang menuai hasil karena selama ini kita menanam melalui pembinaan yang terus dilakukan,” tegasnya.
SBS menjelaskan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Malaka terhadap olahraga bukan tanpa dasar, melainkan telah menjadi salah satu program prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepemimpinan SBS-HMS yang telah disahkan DPRD Kabupaten Malaka.
Lima program prioritas tersebut meliputi terwujudnya pertanian dan pangan yang berdaya saing, meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan, mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya termasuk penanggulangan bencana, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengembangkan karakter ASN dan masyarakat, serta mengembangkan olahraga berprestasi.
Karena itu, SBS menilai anggapan yang menyebut Pemerintah Kabupaten Malaka hanya mengurus sepak bola merupakan pandangan yang keliru.
