Direktur Olahraga PS Malaka Berhasil Ubah Ardy Sonbay dari Bek Menjadi Mesin Gol

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi

“Pada awal-awal memang dia masih terlihat kaku. Itu hal yang wajar karena sebelumnya dia bermain sebagai pemain bertahan. Tetapi kami terus memberikan latihan, membangun kepercayaan dirinya, memperbaiki penyelesaian akhir, pergerakan tanpa bola, dan naluri mencetak gol. Puji Tuhan, sekarang hasilnya mulai terlihat,” katanya.

Perkembangan pesat Ardy, lanjut Dokter Dion, merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, setiap pemain memiliki potensi berbeda yang harus digali melalui pendekatan, latihan, dan penempatan posisi yang tepat.

Bacaan Lainnya

“Pada prinsipnya kami terus mendampingi anak-anak. Kami memberikan arahan bukan hanya saat latihan di lapangan, tetapi juga di luar latihan. Kami ingin membentuk karakter, disiplin, mental bertanding, dan rasa percaya diri mereka. Kalau proses itu dijalani dengan sungguh-sungguh, maka hasilnya akan mengikuti,” jelasnya.

Ia menegaskan keberhasilan Ardy bukan semata-mata karena perpindahan posisi, tetapi merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih hingga jajaran manajemen yang terus membangun kualitas skuad PS Malaka.

“Ardy sudah menunjukkan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Saya berharap dia tidak cepat puas. Perjalanan masih panjang dan tantangan berikutnya akan semakin berat. Tetap rendah hati, terus berlatih, dan berikan yang terbaik untuk PS Malaka,” tegasnya.

Dokter Dion berharap kisah sukses Ardy Sonbay menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda lainnya di Kabupaten Malaka untuk terus berani belajar dan mengembangkan kemampuan, termasuk ketika dipercaya memainkan posisi yang berbeda.