Artinya, orientasi PS Malaka bukan semata-mata tampil dalam sebuah turnamen, tetapi mempersiapkan klub agar dapat bersaing dalam sistem kompetisi sepak bola nasional.
ETMC tetap mempunyai sejarah, gengsi dan tempat tersendiri dalam sepak bola NTT. Namun, ketika penyelenggaraannya berdiri sendiri dan tidak terintegrasi dengan Liga 4, PS Malaka perlu menentukan prioritas berdasarkan target pengembangan klub.
Bukan Sekadar Mengikuti Turnamen, tetapi Membangun Masa Depan
Dalam membangun sepak bola daerah, keberlanjutan kompetisi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Salah satu contoh dapat dilihat melalui Piala Soeratin. Kompetisi ini memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang melalui pertandingan berjenjang, dengan kesempatan bagi tim yang lolos untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional sesuai regulasi.
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, dalam sejumlah kesempatan juga menekankan pentingnya kegiatan olahraga yang berkelanjutan, termasuk pembinaan melalui Piala Soeratin.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan anggaran olahraga perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan atlet, pembinaan pemain dan kesempatan berkompetisi dalam jangka panjang.
Karena itu, pilihan kompetisi harus mempertimbangkan bukan hanya biaya penyelenggaraan dan keikutsertaan, tetapi juga peluang pengembangan prestasi setelah turnamen berakhir.
PS Malaka Tetap Harus Punya Target Besar
Tidak mengikuti ETMC XXXV bukan berarti PS Malaka kehilangan tanggung jawab terhadap masyarakat dan pecinta sepak bola Malaka.