“Tim yang tidak memenuhi poin akan turun ke Liga 2. Sementara tim yang berprestasi akan dipromosikan ke Liga 1. Kami juga siapkan sistem play-off agar semua tim benar-benar diuji kualitasnya secara adil dan kompetitif,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan sistem liga dengan skema promosi-degradasi dan play-off ini merupakan langkah maju dalam menciptakan ekosistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan, kompetitif, dan profesional sejak usia dini.
“Kami ingin membangun fondasi sepak bola Malaka dari bawah dengan sistem yang benar. Ini bukan hanya turnamen, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan sepak bola daerah,” tambahnya.
Ia berharap, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan bibit-bibit unggul sepak bola dari Kabupaten Malaka yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Oleh karena itu dalam turnamen ini harus diikuti dengan secara serius dan bagi yang kalah dalam turnamen tersebut menjadi motivasi positif untuk bangkit lebih kuat,” pesan ABS menutup sambutannya.(*)
