Menurut ABS, kader yang ingin maju sebagai calon bupati, wakil bupati maupun calon anggota legislatif harus mulai membangun komunikasi dan melakukan konsolidasi dengan masyarakat.
“Jadi bagi kader partai yang mau jadi calon bupati, wakil bupati dan calon DPR harus siapkan diri dan konsolidasi di masyarakat sehingga bisa dikenal agar dalam survei Partai Golkar bisa lolos,” ujarnya.
Mengenai dirinya yang disebut sebagai salah satu kader yang perlu dipersiapkan menghadapi Pilkada mendatang, ABS menyatakan siap apabila nantinya mendapatkan mandat dari Partai Golkar.
“Sebagai kader Partai Golkar tentu saya harus siap. Karena jika diberi mandat partai, harus siap menerima mandat,” tegasnya.
ABS kembali menegaskan bahwa dirinya yang didorong untuk maju sebagai bakal calon bupati maupun calon wakil bupati tidak berarti pencalonan tersebut sudah diputuskan.
“Termasuk saya yang didorong untuk maju sebagai bakal calon bupati maupun calon wakil bupati pada Pilkada mendatang, semua akan dilakukan survei, tidak serta-merta kemauan sendiri,” tegas ABS.
Konsolidasi Organisasi Jadi Fokus Utama
Di tengah munculnya pembicaraan mengenai figur menuju Pilkada 2031, ABS mengatakan tugas Partai Golkar saat ini tetap memperkuat organisasi.
Menurutnya, konsolidasi harus dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga dusun sehingga seluruh struktur partai dapat berjalan sebagai mesin organisasi.
“Tugas kita saat ini harus konsolidasi sejak saat ini, mulai dari kabupaten, kecamatan, desa dan dusun. Struktur kepengurusan harus dilengkapi sebagai mesin partai,” katanya.
