SUARATRIBUN.COM, BETUN – Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mematangkan persiapan sumber daya manusia untuk mendukung pengoperasian fasilitas Catheterization Laboratory (Cathlab). Dokter spesialis jantung yang saat ini mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus di China dijadwalkan kembali ke Kabupaten Malaka pada akhir Desember 2026.
Kepulangan dokter tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam upaya menghadirkan pelayanan kesehatan jantung berbasis teknologi modern di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste (RI-RDTL).
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FisQua, mengatakan bahwa pengembangan layanan Cathlab tidak hanya bergantung pada kesiapan gedung dan peralatan, tetapi juga membutuhkan tenaga medis dengan kompetensi khusus. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting dari persiapan rumah sakit tersebut.
Hal itu disampaikan Oktelin saat ditemui seusai melakukan pemantauan pembangunan gedung Cathlab bersama Tim Visitasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Aula Kantor Bupati Malaka, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, dokter spesialis jantung RSUPP Betun memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan di China melalui fasilitasi Kementerian Kesehatan RI setelah Kabupaten Malaka mendapatkan alokasi pengembangan layanan Cathlab untuk wilayah daratan Timor.
“Waktu itu disekolahkan oleh Kementerian Kesehatan karena kita mendapatkan alokasi Cathlab untuk daratan Timor ini. Dari Malaka kita dapat, dan dokternya juga memiliki keinginan besar untuk sekolah sehingga bisa difasilitasi oleh Kemenkes,” jelas Oktelin.