SBS menjelaskan, pada periode pertama kepemimpinannya bersama almarhum Wakil Bupati Daniel Asa atau DA atau SBS–DA periode 2015–2021, Pemerintah Kabupaten Malaka juga menyerahkan hibah kendaraan kepada lembaga keagamaan, termasuk tokoh lintas agama hingga lembaga Islam melalui Ketua MUI Kabupaten Malaka saat itu.
Ia mengatakan seluruh kebijakan pemerintah yang dipimpinnya selalu diarahkan untuk kepentingan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
SBS mengaku dirinya lahir dari keluarga sederhana dan merasakan langsung kehidupan penuh keterbatasan. Ia merupakan anak keenam dari 12 bersaudara yang tumbuh dalam kondisi ekonomi sulit.
“Kami masih merasakan tidur di rumah berdinding bebak, berlantai tanah, beratap gewang. Orang tua kami mendidik kami dengan keras, jujur, disiplin, dan yang paling ditekankan adalah tidak boleh menipu,” ungkapnya.
Menurut SBS, didikan keras kedua orang tuanya menjadi motivasi bagi dirinya bersama seluruh saudaranya untuk tetap menempuh pendidikan hingga berhasil meraih pekerjaan dan jabatan.
“Jangan lihat kami sekarang sudah sukses. Latar belakang kami sangat keras. Karena itu ketika diberi jabatan, kami gunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk iming-iming apapun,” katanya.
Bupati dua periode itu juga menegaskan bahwa dirinya telah menyelesaikan masa kepemimpinan sesuai aturan sehingga tidak benar jika hibah bantuan mobil dicurigai sebagai bagian dari kepentingan politik.
“Saya bersama Wakil Bupati HMS hanya berusaha mengurus masyarakat Kabupaten Malaka. Kami diberikan kewenangan untuk mengelola dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap SBS.
