Namun, di balik pilihan lokasi tersebut, terdapat filosofi yang lebih dalam.
SBS tidak ingin pelantikan menjadi acara eksklusif yang hanya dapat disaksikan oleh segelintir orang di dalam gedung.
“Kalau kita lantik di gedung, yang datang pasti terbatas. Orang yang masuk juga dibatasi. Kita juga belum punya gedung dengan daya tampung besar,” ujar SBS dirilis SUARATRIBUN. COM, Selasa 13 Januari 2026.
Di alam terbuka, batas-batas itu seolah runtuh.
Pantai menjadi ruang publik tempat semua orang dapat menyaksikan langsung proses pelantikan tanpa sekat dan tanpa harus menjadi bagian dari undangan khusus.
Keluarga pejabat yang dilantik pun dapat hadir dan menyaksikan langsung orang yang mereka cintai mengucapkan sumpah jabatan.
“Beda kalau di pantai. Kita semua menyaksikannya tanpa membeda-bedakan. Keluarga yang ikut juga bisa sekaligus rekreasi,” lanjutnya.
Bagi SBS, tempat bukanlah penentu nilai sebuah pelantikan.
Pelantikan di gedung pemerintahan maupun di alam terbuka tetap memiliki kekuatan hukum yang sama sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Yang membedakan bukanlah tempatnya, melainkan tanggung jawab setelah sumpah jabatan diucapkan.
Sebab setelah prosesi selesai, para pejabat kembali kepada tugas masing-masing. Mereka dituntut membuktikan bahwa jabatan yang diterima bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah untuk bekerja dan melayani masyarakat.
Kabupaten Malaka memiliki bentangan garis pantai yang panjang di Pulau Timor. Laut bukan hanya bagian dari kehidupan masyarakat, tetapi juga menyimpan potensi besar bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.