Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi harus menjangkau desa-desa, daerah perbatasan, dan wilayah terpencil.
Bahkan, Presiden Prabowo disebut menargetkan pembangunan ratusan bahkan ribuan infrastruktur penghubung desa, termasuk jembatan gantung, sebagai bagian dari strategi mempercepat konektivitas nasional. Program tersebut diarahkan untuk membuka isolasi wilayah dan mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kalau kita bangun jembatan, kita membuka akses. Kalau akses terbuka, ekonomi bergerak. Ini yang kita kejar, kesejahteraan rakyat,” demikian penekanan yang kerap disampaikan Presiden dalam agenda pembangunan nasional.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Malaka melihat pembangunan jembatan gantung Numbei sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam menyukseskan target nasional tersebut.
Selain memperlancar mobilitas, kehadiran jembatan ini juga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan yang selama ini kerap terjadi saat warga menyeberangi sungai secara manual.
Tidak hanya itu, jembatan gantung juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi para petani dan pelaku usaha kecil yang selama ini mengalami kesulitan dalam distribusi barang.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.
SBS menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya terletak pada proses pengerjaan, tetapi juga pada keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.
