SUARATRIBUN.COM, JAKARTA – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), mengikuti rapat bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, bersama 47 kepala daerah lainnya di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Rapat tersebut membahas Program Khusus Pemerintah terkait pengembangan bioethanol berbahan baku tebu, jagung dan ubi kayu sebagai bagian dari pengembangan sektor pertanian dan pemanfaatan komoditas pertanian untuk mendukung kebutuhan energi.
Bupati Malaka, SBS, hadir langsung dalam pertemuan tersebut dan memberikan apresiasi terhadap agenda pemerintah pusat yang dinilainya penting bagi daerah, khususnya daerah yang memiliki potensi pertanian.
Menurut SBS, program tersebut membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk melihat lebih jauh bagaimana potensi pertanian di daerah dapat dikembangkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Rapat ini sangat penting untuk kemajuan sebuah daerah dengan potensi yang dimiliki,” ujar SBS.
Ia menegaskan, pembahasan mengenai bioethanol memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan Kabupaten Malaka yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu program prioritas pemerintahan SBS-HMS.
“Apalagi program prioritas SBS-HMS adalah di bidang pertanian,” katanya.
SBS mengatakan, Malaka memiliki potensi pertanian yang perlu terus dikembangkan sehingga hasil produksi masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas yang memberikan nilai ekonomi lebih besar.
Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah perlu mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah pusat, termasuk program yang berkaitan dengan pengembangan komoditas pertanian seperti tebu, jagung dan ubi kayu.