Bupati SBS: Jembatan Kakaniuk–Numbei Dibangun demi Rakyat, Penggunaannya Diawali Pendinginan dan Doa Syukur

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi

SUARATRIBUN.COM, BETUN – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), memastikan Pemerintah Kabupaten Malaka akan menggelar prosesi pendinginan dan doa syukur sebelum jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kakaniuk dengan Dusun Numbei, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, resmi dimanfaatkan masyarakat. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur sekaligus ungkapan syukur atas hadirnya infrastruktur yang dibangun sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

Bupati SBS menegaskan, prosesi pendinginan dan doa syukur akan dilaksanakan bersama masyarakat agar jembatan yang telah selesai dibangun dapat memberikan manfaat, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh warga yang menggunakannya.

Bacaan Lainnya

“Kita akan melaksanakan pendinginan dan doa syukur bersama agar jembatan ini menjadi berkat bagi masyarakat serta dapat digunakan dengan aman dan membawa manfaat bagi semua,” tegas Bupati SBS dirilis suaratribundotcom, Senin 27 Juli 2026.

Menurut SBS, tradisi pendinginan merupakan warisan budaya leluhur yang hingga kini tetap dijaga oleh masyarakat Malaka. Setiap pembangunan, baik rumah, jembatan maupun bangunan lainnya, selalu diawali dengan prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap proses pembangunan sekaligus permohonan kepada Tuhan agar seluruh fasilitas yang dibangun membawa keselamatan bagi masyarakat.

“Pendinginan adalah tradisi nenek moyang kita. Setiap pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan rumah, jembatan maupun bangunan lainnya harus dilakukan pendinginan. Dalam proses pembangunan digunakan berbagai alat yang tajam sehingga setelah pekerjaan selesai, kita memohon kepada Tuhan agar segala hal yang kurang baik disingkirkan dan fasilitas yang dibangun dapat digunakan dengan aman, membawa keselamatan, kedamaian, dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.