Tidak berhenti di situ, Amran kemudian menyerahkan kertas tersebut kepada ajudannya.
“Ini harga diri saya. Jangan sampai lewat,” kata Amran.
Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari pertemuan singkat antara Menteri Pertanian dan Bupati Malaka itu.
Bagi SBS, penyampaian usulan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan dukungan pemerintah pusat bagi sektor pertanian di Kabupaten Malaka.
Kebutuhan alsintan dinilai penting untuk membantu petani dalam mengolah sawah maupun lahan kering, terutama dalam meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan mendukung produktivitas pertanian.
Malaka sendiri memiliki potensi pertanian yang mencakup komoditas padi dan jagung. Karena itu, dukungan sarana dan prasarana pertanian menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendorong pengembangan sektor tersebut.
Momen di Hotel Aston Batam itu pun memperlihatkan bagaimana sebuah aspirasi daerah dapat disampaikan secara langsung kepada pengambil kebijakan di tingkat pemerintah pusat.
SBS tidak datang dengan pidato panjang.
Ia datang membawa kebutuhan petani Malaka dalam bentuk yang sederhana: selembar kertas berisi usulan 300 unit alsintan.
Namun, secarik kertas itu membawa pesan yang jauh lebih besar—bahwa kebutuhan petani Malaka harus terus disampaikan dan diperjuangkan melalui berbagai ruang kebijakan, termasuk forum nasional seperti Rakernas APKASI.
Usulan telah disampaikan. Menteri Pertanian telah menerimanya dan meminta agar proses tersebut dilanjutkan melalui usulan resmi kementerian.