Ia menjelaskan, untuk melindungi permukiman warga serta lahan pertanian, perikanan, dan peternakan, masih dibutuhkan tambahan tanggul sepanjang sekitar 1 kilometer.
Bahkan, jika disambungkan hingga Muara Abudenok, total kebutuhan mencapai sekitar 4 kilometer.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Fahiluka, Adi Leki. Ia mengakui, hujan deras selama tiga hari berturut-turut tidak menimbulkan banjir besar di wilayahnya karena adanya tanggul di Naimana.
“Memang ada genangan air akibat intensitas hujan tinggi, tetapi kalau tidak ada tanggul, bisa dipastikan terjadi banjir besar seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, di bagian selatan, pembangunan tanggul telah dilakukan dari Desa Haitimuk hingga Desa Oan Mane. Namun, masih terdapat titik yang belum tersentuh pembangunan, yakni dari Desa Fafoe dan Desa Umatoos hingga ke Muara Abudenok.
Kepala Desa Oan Mane, Norbertus Nahak, menyebut wilayahnya tetap aman dari banjir meski diguyur hujan deras selama tiga hari berturut-turut.
“Memang ada air tergenang, tetapi tidak terjadi banjir. Dulu sebelum ada tanggul, hujan seperti ini pasti menyebabkan banjir besar, tetapi sekarang sudah tertahan oleh tanggul yang dibangun pemerintah daerah,” jelasnya.
Menurutnya, untuk menyambungkan tanggul dari Oan Mane ke Fafoe hingga Umatoos sampai Muara Abudenok, dibutuhkan pembangunan lanjutan sepanjang kurang lebih 5 kilometer.
Warga pun berharap pemerintah daerah terus melanjutkan pembangunan tanggul secara menyeluruh agar ancaman banjir tahunan di sepanjang Sungai Benenai dapat ditekan secara maksimal.
