Mereka telah berupaya mencari jalan keluar. Tiga meteran listrik dipasang, terdiri atas dua sambungan berdaya 450 VA untuk kebutuhan rumah tangga dan satu sambungan berdaya 1.300 VA yang dikhususkan bagi usaha.
Namun, upaya itu belum menyelesaikan persoalan.
Kondisi tersebut membuat Frendy dan Ana memilih menghentikan sementara produksi es batu. Mereka khawatir terus memaksakan penggunaan lemari pembeku justru berisiko menimbulkan kerusakan dan kerugian yang lebih besar.
Rumah mereka diperkirakan berjarak sekitar dua kilometer dari tiang utama jaringan listrik. Warga menduga jarak tersebut turut memengaruhi kestabilan tegangan yang diterima di rumah mereka.
Meski demikian, penyebab teknis gangguan tersebut masih memerlukan pemeriksaan untuk memastikan apakah persoalan bersumber dari jaringan, sambungan, instalasi, atau faktor lainnya.
Bagi Frendy dan Ana, persoalan ini menjadi ujian bagi usaha yang telah mereka bangun sejak 2024. Mereka tidak hanya membutuhkan listrik untuk menerangi rumah, tetapi juga pasokan yang memadai agar lemari pembeku dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Ketika usaha berhenti, penghasilan yang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menyiapkan biaya pendidikan anak pun ikut terhambat.
Delapan dusun menantikan jaringan listrik yang lebih baik
Persoalan yang dialami Frendy dan Ana menjadi gambaran tantangan kelistrikan yang turut dikeluhkan masyarakat Desa Kletek.
Sekretaris Desa Kletek, Brigita Seuk Nahak, yang menyampaikan kondisi tersebut atas nama Kepala Desa Herminus Leki Berek, menjelaskan bahwa Desa Kletek memiliki delapan dusun dengan jumlah kepala keluarga yang tersebar di sejumlah wilayah.