Gubernur Melki Laka Lena Soroti Jejak Historis Malaka, Maluku dan Papua

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi

SUARATRIBUN.COM, BETUN – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meluncurkan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Malaka, Jumat sore, 23 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena mengungkapkan tiga hal yang dinilainya menjadi kekuatan besar Kabupaten Malaka. Ketiganya yakni sejarah dan antropologi, kearifan lokal dalam pengobatan tradisional, serta potensi garam.

Salah satu hal yang menarik perhatian Gubernur Melki adalah dugaan adanya hubungan historis dan antropologis antara Malaka di NTT, Maluku, dan Maliki di Papua.

Melki mengaku terkejut ketika mengetahui adanya kisah mengenai keterkaitan tersebut. Informasi itu, kata dia, diperolehnya setelah berdiskusi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Yohanes Siregar, dalam sebuah pertemuan di lingkungan Keuskupan.

“Saya kaget ketika kisah ini diketahui oleh Kejari Belu, Pak Yohanes Siregar. Kami sempat diskusi cukup serius di keuskupan, karena saya sedang mencari tahu soal hubungan NTT, Maluku, dan Papua. Saya mengetahui kaitan itu dari kain,” ujar Melki Laka Lena.

Menurutnya, kemiripan nama Malaka, Maluku, dan Maliki di Papua menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikaji lebih jauh dari perspektif sejarah dan antropologi.

Karena itu, Gubernur Melki mendorong masyarakat Malaka, khususnya mereka yang memiliki latar belakang keilmuan antropologi, untuk melakukan penelitian guna mengungkap kemungkinan hubungan sejarah dan budaya di antara ketiga wilayah tersebut.

“Saya usulkan, kalau ada orang Malaka yang punya kemampuan antropologi, tolong dicek ini. Bagaimana kaitan antara NTT, Maluku, dan Papua, khususnya Malaka, Maluku, dan Maliki,” tambahnya.