“Tema ini menegaskan bahwa perempuan Katolik tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus bergerak aktif menjadi pribadi yang berdaya, mandiri, dan mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat luas,” kata Ma Neni yang juga adalah isteri dari Ketua DPRD Malaka saat ini.
Lebih lanjut, Ma Neni menyoroti pentingnya peran WKRI sebagai organisasi perempuan Katolik yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, WKRI harus menjadi motor penggerak yang melahirkan perempuan-perempuan tangguh, mandiri, serta memiliki kesadaran kuat tentang pentingnya kesetaraan dan kontribusi dalam pembangunan bangsa.
“WKRI adalah wadah yang membentuk perempuan agar semakin berdaya. Kita ingin perempuan mampu mandiri, memahami nilai kesetaraan gender, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan masyarakat,” tegasnya.
Di tingkat cabang, WKRI Paroki St. Antonius Padua Kleseleon saat ini terus menjalankan berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian serius adalah sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurut Ma Neni, program ini sangat penting karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.
“Kami terus berkomitmen menjalankan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini menjadi bentuk nyata kepedulian WKRI terhadap perlindungan hak-hak perempuan dan anak,” jelasnya.
