Pada momentum HUT ke-102 ini, Ma Neni juga mengajak seluruh anggota WKRI untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menyatukan langkah dalam karya pelayanan.
Ia berharap WKRI terus bertumbuh sebagai organisasi yang mampu melahirkan kontribusi nyata bagi gereja, negara, dan masyarakat.
“Mari kita bergandengan tangan dan satukan komitmen. Jadikan WKRI sebagai wadah untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat yang membutuhkan,” pesanya.
Semangat pelayanan WKRI sendiri terus berpijak pada moto Servum fortes in fide, spe et amore, yang berarti “Aku akan melayani, teguh dalam iman, harapan, dan kasih.”
Moto tersebut menjadi fondasi spiritual bagi setiap anggota WKRI untuk terus melayani dengan ketulusan, kasih, dan semangat pengabdian yang kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.(*)
