Pertemuan Bersejarah Tiga Bupati Perbatasan, Malaka – Belu – TTU Sepakat Perjuangkan Pembangunan Tapal Batas

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi
Pertemuan antar tiga kepala daerah, yakni Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willybrodus Lay, dan Bupati TTU Falen Kebo di rumah jabatan bupati Malaka, Desa Haitimuk Kecamatan Weliman. (FOTO: NL)

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lai atau akrab disapa Wily Lay menilai kolaborasi tiga daerah ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergitas pembangunan di kawasan perbatasan.

Menurutnya, berbagai persoalan di wilayah perbatasan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama antar daerah.

Bacaan Lainnya

“Berjuang sendiri-sendiri itu baik, tetapi tidak cukup kuat. Karena itu kita perlu berkolaborasi agar pembangunan di Belu, TTU, dan Malaka dapat berjalan bersama demi kesejahteraan masyarakat,” kata Wily Lai.

Ia menambahkan bahwa sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama meliputi pembangunan infrastruktur, pengelolaan sampah, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pasar yang berada di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Senada dengan itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran yang akrab disapa dengan nama sandi SBS ini menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal bagi tiga kabupaten perbatasan untuk bersama-sama memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal bagi Malaka, Belu, dan TTU untuk duduk bersama memperjuangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan,” ujar SBS.

SBS menjelaskan bahwa kerja sama tahap awal akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pengolahan sampah, peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan pasar di kawasan PLBN, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya.