SUARATRIBUN.COM, BETUN – Pelatihan service excellent yang diikuti seluruh staf Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan prima kepada pasien dan keluarga pasien. Salah satu staf RSUPP Betun, Adrianus Nahak atau Ardhyvan, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan secara adil, ramah, dan profesional tanpa membedakan status pasien.
Hal tersebut disampaikan Ardhyvan kepada SuaraTribunDotCom pada Kamis, 11 Juni 2026, usai mengikuti pelatihan service excellent yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Juni 2026.
Menurut Ardhyvan, pelatihan tersebut memberikan pemahaman penting kepada tenaga kesehatan tentang bagaimana membangun pelayanan yang berkualitas, terutama dalam memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien.
“Pelayanan prima harus diberikan kepada seluruh pasien dan keluarga pasien tanpa membeda-bedakan pasien BPJS maupun pasien umum. Semua harus mendapat pelayanan yang sama dan terbaik,” ujar Ardhyvan.
Ia mengatakan, komunikasi yang baik juga menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, sebab dapat membantu pasien maupun keluarga pasien memahami proses pelayanan yang diberikan rumah sakit.
“Komunikasi yang baik sangat penting agar pasien dan keluarga merasa nyaman serta memahami proses pelayanan yang diberikan,” katanya.
Lebih lanjut, Ardhyvan menilai pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional mampu membangun loyalitas pasien terhadap rumah sakit. Menurutnya, pengalaman pelayanan yang baik dapat memberikan dampak positif karena pasien maupun keluarga pasien akan menyampaikan hal-hal baik kepada masyarakat.