Kesepakatan tersebut rencananya akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antar daerah, serta pembentukan sekretariat bersama untuk mengatur program kegiatan secara terarah.
Lebih lanjut, SBS menegaskan bahwa wilayah Malaka, Belu, dan TTU merupakan kawasan strategis karena berada di garis depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.
Karena itu, SBS berharap kerja sama ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, para menteri, serta pemerintah provinsi dan para wakil rakyat.
“Ini semata-mata untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di tiga kabupaten perbatasan serta memastikan mereka dapat hidup layak sebagai warga negara Indonesia,” tegas SBS.
Pertemuan lanjutan dari kerja sama tersebut direncanakan akan digelar secara bergiliran di Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan. (*)
