“Kalau laut sudah tenang, tidak ada badai lagi atau angin kencang dan lain sebagainya, kita akan melakukan asesmen pada kapal ini. Kemudian kita lihat apakah kapal ini masih bisa dioperasikan lagi atau bisa saja kita sewakan kepada pihak ketiga, bahkan juga bisa saja kita jual kapalnya karena kondisi kapal sendiri sudah lumayan parah, dikarenakan ada banyak kerusakan dan kekurangan lainnya, contohnya lambung pada kapal sendiri sudah bocor,” kata Wagub NTT.
Wagub Johni berharap, jika nanti kapal-kapal tersebut bisa disewakan kepada pihak ketiga atau dilelang, hal itu dapat menjadi salah satu kontribusi bagi pendapatan daerah. Anggaran yang diperoleh bisa menambah dan membiayai program-program Pemprov NTT lainnya yang lebih urgen, khususnya yang menyentuh pelayanan dasar masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan stunting.
“Selain dua kapal ini, Pemprov NTT tercatat juga memiliki tiga aset kapal lainnya, yakni Kapal Baswara 1, Baswara 2, dan Kapal Sasando. Tentu nanti akan kita upayakan jika ada pihak ketiga yang mau kelola, baik sewa atau beli. Anggaran yang kita peroleh akan kita maksimalkan di program-program prioritas kita,” ungkapnya.(*)